Jumat, 17 September 2021

Standar Kecantikan Wanita Indonesia

Meme mengenai kecantikan wanita berseliweran di dunia maya. Kebanyakan mengagungkan kecantikan wanita dari fisiknya. Alih-alih wanita dipandang mulia, perempuan kerap kali dianggap sebagai pemandangan saja. Agaknya ujaran "Dunia ini hanya adil untuk kaum good looking, yang nggak good looking nggak dulu deh" benar adanya.  Kalau kamu cantik urusanmu akan lebih mudah, misalnya banyaknya lowongan pekerjaan yang mencantumkan kualifikasi 'berpenampilan menarik'. Tidak dapat dipungkiri seorang wanita yang cantik akan lebih mudah mendapatkan simpati dari masyarakat tidak hanya kaum lelaki. 

Lalu bagaimana kita sebagai perempuan menyikapi masalah standar kecantikan yang hanya akan memuliakan perempuan ketika mereka cantik tanpa memperdulikan kecantikan sejati yang terpenting yaitu kebaikan hati. Apakah sebagai perempuan kita akan terbawa arus insecurity atau mencoba untuk menjadi cantik seperti yang kebanyakan orang ingini ? Haruskah kita memaksakan diri menjadi cantik hingga nyaris kehilangan jati diri ? Aku tahu yang kau inginkan jawabannya adalah tidak kan ? Aku bilang "Tidak" karena aku tahu seperti diriku kita butuh untuk diyakinkan kalau kita cukup, tidak perlu memikirkan standar kecantikan orang-orang yang terlalu mustahil untuk digapai. 

Berdamai dengan standar kecantikan yang semakin hari, semakin mengikis kepercayaan diri kita saat ini tidaklah mudah, hal ini juga bukan berarti kita harus membiarkan tubuh kita tanpa merawatnya. Tetap harus diingat tubuh yang dianugerahkan tuhan adalah tanggung jawab kita. Untuk menjadi sadar akan standar kecantikan yang berlaku tersebut, perlu kita ketahui apakah yang menjadi landasan standar kecantikan tersebut berlaku di Indonesia.

Asal-usul Standar Kecantikan Wanita Indonesia

Standar kecantikan di Indonesia sendiri sudah ada sejak dahulu kala, standarisasi itu disebut-sebut tumbuh dari cerita pewayangan Rama dan Shinta. Digambarkan bahwa istri Rama yaitu Shinta adalah sosok yang sangat cantik, ia bersinar bak rembulan hal ini ditafsirkan bahwa Shinta memiliki kulit yang cantik dan bercahaya.

Seiring berjalannya waktu standar kecantikan di Indonesia berubah mengikuti standar para penjajah. Ketika kaum penjajah datang ke Indonesia mereka juga menjual produk kecantikan dan memperkenalkan produk tersebut melalui media masanya, contohnya iklan sabun palm oil dalam majalah De Huisvrow.

Standar kecantikan di Indonesia terus berkembang kemudian saat bangsa Jepang menjajah Indonesia standar kecantikan wanita di Indonesia  mengikuti kecantikan wanita jepang yang digambarkan memiliki kulit putih dan standar fisik lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman hadir kehadiran produk kecantikan seperti Viva Cosmetic, Sari Ayu, Mustika Ratu mengembalikan persepi masyarakat Indonesia bahwa cantik itu tak harus putih. Namun seiring berjalannya waktu kehadiran produk nivea dan vaseline membuat standar cantik kembali pada kulit yang putih.

Dierah modern ini pemahaman cantik lebih beragam, standar cantik bisa saja datang dari standar kecantikan Korea dan Eropa, yang jelas standar kecantikan wanita Indonesia selalu saja kehilangan jati dirinya. Bagaikan anak remaja yang belum menemukan identitas, standar kecantikan juga memeta-metakan wanita. Seolah wanita adalah barang yang patut diperlombakan. Terkesan tidak manusiawi dan lost identity, padahal alih-alih berusaha keras untuk diterima di masyarakat lebih baik sadar bahwa yang terpenting dalam diri wanita adalah kebaikan hatinya. Sebab kecantikan luar masih bisa di bentuk namun kecantikan dari dalam hati adalah yang sejati.

Minggu, 22 Agustus 2021

7 Hal yang Perlu Diingat Saat Kamu Merasa Diri Nggak Cukup Berharga


Cloudgirl.com

Aku tahu saat ini banyak banget hal-hal yang membuatmu merasa nggak percaya diri, merasa diri nggak berguna dan nggak berharga. Terlebih saat kamu melihat postingan teman-teman lamamu di sosial media. Mereka terlihat bahagia dan sempurna. Misalnya, salah satu teman lamamu baru saja menggelar pernikahan yang romantis, suaminya terlihat begitu sempurna  dan sangat mencintainya, sahabatmu sekali lagi memenangkan penghargaan dan kamu hanya bisa mengucapkan selamat padanya. Teman sekelasmu di kampus dulu kini sedang mengenyam pendidikan di luar negeri. Semua orang terlihat sangat menikmati hidupnya.

Lantas kamu sendiri seringkali berpikir bahwa dirimu nggak cukup baik dalam hal apapun yang kamu coba, bahwa kamu nggak cukup berguna. Pikiran dan perasaan negatif tersebut lantas membuatmu merasa nggak berharga. Apakah kamu merasakan hal seperti itu ? Tenang kamu nggak sendirian kok, banyak orang diluar sana mempertanyakan apakah dirinya cukup baik dan cukup berharga, dan kebanyakan jawabannya adalah Nggak

Kita mendapatkan banyak tekanan dari masyarakat dan orang sekitar untuk bisa sukses dan memiliki pencapaian-pencapaian dalam hidup. Sehingga kita secara otomatis mengharapkan kesuksesan dan pencapaian seperti apa yang kebanyakan orang miliki. Tanpa sadar kita jadi memaksakan diri sendiri terhadap standar kesuksesan orang lain atau kita pada umumnya nggak bisa memaafkan diri sendiri atas apa yang nggak bisa kita capai. Pikiran-pikiran seperti ini lah yang akhirnya membuat kita merasa nggak berharga dan nggak bahagia. 

Jadi saat pikiran-pikiran negatif itu mulai bermunculan, ada 7 Hal yang Perlu Diingat Saat Kamu Merasa Diri Nggak Cukup Berharga.

1. Rumput tetangga nggak selalu lebih hijau kok

Pexels.com_Kampus production

Akar dari ketidakbahagiaan dalam hidup adalah selalu membandingkan apa yang kita punya dengan apa yang orang lain punya. Bagaiamanapun di luar sana akan selalu ada orang yang lebih baik dari kita, yang lebih bahagia daripada kita, atau bahkan yang mempunyai wajah yang lebih cantik, kulit yang lebih bagus, yang lebih pintar dan yang menghasilkan lebih banyak uang. 

Perbandingan yang  kita lakukan terus-menerus ini akan menyebabkan kita kehilangan kepercayaan diri dan bahkan mengabaikan semua hal baik yang kita miliki dalam hidup kita. Kita meyakini kalau diri kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, hal ini lah yang membuat kita akhirnya nggak merasa bahagia.

Padahal kalau kamu sedikit saja mau membuka pemikiran kamu, orang yang kamu anggak lebih segalanya darimu tersebut juga adalah manusia biasa sepertimu, mereka juga suka membandingkan dirinya dengan dirimu. Mereka bahkan mungkin iri terhadap apa yang kamu punya dan mereka nggak punya. 

2. Yang kamu pikirkan nggak selalu kenyataannya

aminoapps.com

Terkadang pikiran kita sendiri bisa jadi musuh terbesar kita. Terlebih saat kita membiarkan pemikiran-pemikiran negatif kita menguasai seperti perasaan tidak berharga dan tidak pantas. Kita semua memiliki pemikiran yang kejam yang akhirnya mengerdilkan harga diri kita dari waktu ke waktu. Jadi ingatlah fakta bahwa pada dasarnya semua itu hanyalah pikiran buruk kita saja. Ingat pikiran-pikiran buruk kita sendirilah terkadang yang paling berpengaruh terhadap kepribadian kita. Sekarang semua tergantung pada dirimu sendiri, cuma kamu sendiri yang bisa mengubah pandanganmu tentang dirimu sendiri. Jangan terlalu cepat menjustifikasi diri sendiri atas pikiran-pikiran yang anda rasakan ketika merasa kesepian dan sedang sendirian. 

Mencintai diri sendiri dan menerima kekurangan adalah hal yang sulit kita lakukan sepanjang hidup apalagi ketika kita adalah seseorang yang perfeksionis. Sebuah kesalahan bisa membuat semua menjadi runyam. Pasti sangat sulit untuk merasa cukup berharga ketika kamu menyadari bahwa kamu memiliki banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan.

Kamu perlu menanamkan di dalam diri sendiri bahwa kesalahan dan sifat terburuk kamu nggak menggambarkan diri kamu yang seutuhnya. Kamu perlu ingat bahwa kamu telah berjuang untuk menampilkan versi terbaik dari dirimu, jadi hargai jerih payahmu sendiri.

4. You are enough

Picsogou.com

Adakalanya kamu harus merasa cukup dengan dirimu sendiri. Nggak ada manusia yang sempurna dimuka bumi ini, yang terpenting adalah merasa cukup atau bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini namun tetap berusaha untuk terus melakukan perubahan-perubahan yang mendorong kemajuanmu. Ingat nggak ada yang instan di dunia ini. Great Things Take Time.

5. Kamu layak dicintai

Cosmopolitan.com

Terkadang kita marah pada diri sendiri dan menghakimi diri sendiri. Bagaimanapun kamu menghakimi diri sendiri merasa benci pada dirimu sendiri. Tolong jangan pernah merasa kamu sendiri dan tak pantas menerima belas kasihan dari siapapun. Hal itu hanya akan menambah keterpurukanmu. Karena sering kali, saat kita merasa paling tidak pantas menerimanya justru disaat itu kita sangat membutuhkannya.

6. Hiduplah dimasa sekarang

Aminoapps.com

Banyak sekali orang yang terjebak dengan masa lalu yang akhirnya membuat hidupnya tidak memiliki kemajuan dan banyak juga orang yang terlalu memikirkan dengan masa depan sehingga tak menikmati hidupnya saat ini.

Tidak salah untuk mengingat masa lalu, karena hal tersebut akan menjadi pelajaran berharga buatmu dan memikirkan masa depan itu adalah hal yang wajib bagi kebanyakan orang tetapi bukan berarti kamu harus menggadaikan setiap moment yang pantasnya dinikmati. Berhenti terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi dalam hidup dan ambil pelajaran dari setiap apa yang sudah terjadi di masa lalu dan lakukan yang terbaik untuk hari ini.

7. Kamu berharga dan kamu penting

Aminoapps.com

Terakhir ingatlah selalu kalau kamu itu berharga dan dan layak hidup di dunia ini, kamu adalah kamu dan tidak ada orang yang seperti dirimu. Ketika kamu mulai berpikir untuk menjadi orang lain yang tampak memiliki segalanya, ingatlah bahwa mereka juga manusia yang berjuang menghadapi masalahnya sendiri, terlepas dari apa yang selalu kamu lihat mereka tampilkan di media sosial. 

Jadilah dirimu sendiri, tidak masalah untuk merasa takut, tidak yakin dan sesekali merasa khawatir pada. Tapi kamu harus yakin kamu bisa berhasi terlepas dari semua hal itu. Ketika anda mencintai diri sendiri dan percaya kepada kemampuan dirimu sendiri kamu akan terkejut melihat seberapa jauh kamu bisa melangkah dalam hidup. 

Selamat berjuang dan kamu tidak sendirian !


Sabtu, 14 Agustus 2021

Yes I am, Hwasa : Berani Jadi Dirimu Sendiri

Holla, dah lama banget nih nggak nyampah di blog hehehe. Rasanya malas banget untuk singgah nulis, barangkali karena rutinitas yang bikin kepala error. Alhasil blog yang tidak terurus ini semakin tidak terurus wkwkwkwk.

Mamamoo Yes I am

Dari judul yang aku tulis kalian mungkin nggak paham apa maksudnya, but let me introduce my favorit Girl Group in this era, Mamamooo...(make some noise!!!). Nah, bagi pencinta K-Pop Girl Group ini udah pasti nggak asing lagi, karena cukup sering juga mendapat penghargaan. Mungkin di Indonesia Girl Group ini nggak terlalu terkenal, tetapi di Korea Mamamooo seringkali dianggap lebih terkenal dari pada B*******K (Sepengetahuan saya). Jadi apa hubungannya sama judul artikel ini ? 

Yes I am adalah salah satu single dari Mamamoo yang isinya menyatakan  mereka tidak khawatir menjadi diri mereka sendiri, mereka bangga menjadi apa adanya diri mereka dan mereka percaya diri. Kalau kalian penasaran bisa cek video youtube dibawah ini  yang sudah tersedia terjemahan lirik bahasa indonesianya.

Aku adalah tipikal orang yang mau belajar dari apapun yang aku temui, meskipun menurut kebanyakan orang K-pop itu tidak baik. Tapi bagiku K-pop itu membawa banyak manfaat misalnya tentang kepercayaan diri yang aku pelajari dari Hwasa Mamamoo, Kegigihan dan Kemandirian Solar, Keberanian Moonbyul serta Wheein yang fokus dan bertalenta. 

Tapi sekarang aku nggak sedang mereview Girl Group ini, saat ini aku cuma mau membagi sedikit cerita mengenai dampak yang aku rasakan setelah menjadi salah satu penggemar Girl Group yang sebentar lagi akan mengadakan Konser Virtual ini. 

Ada beberapa hal yang aku dapati setelah mengenal Mamamoo, pertama aku lebih percaya diri, lebih bahagia, mengikuti kata hati dan belajar caranya menjadi cool jika dibutuhkan. Dan yang terpenting adalah perasaan insecure yang sedikit demi sedikit terbendung. 

Ngomong-ngomong soal insecure, semua orang barangkali pernah merasakan tidak percaya diri karena sesuatu, barangkali itu karena status pendidikan, status sosial dan ekonomi atau kecantikan. Dan yang terakhir ini insecure karena kecantikan sangat sering sekali menjangkiti wanita-wanita di seluruh dunia, termasuk penulis sendiri. Sangkin insecurenya aku pernah malas banget pergi keluar rumah, dan semenjak covid melanda aku merasa sedikit terbantu karena harus mengenakan masker kemana pun.

Orangtua dan orang sekitar sering meyakinkan aku kalau aku tidak jelek. Tapi hal itu sama sekali tidak merubah pemikiranku tentang diriku sendiri.  Aku merasa aku jelek dan tidak pantas keluar rumah padahal kalau dipikir-pikir lagi kulitku tidak terlalu buruk, wajahku pun tidak berjerawat dan cukup halus, badanku juga langsing. Orang-orang bilang aku tidak pandai bersyukur, padahal dari pada menuding tidak pandai bersyukur lebih  baik memberi nasehat bagaimana caranya bersyukur dan merasa cukup dengan diri sendiri, lebih bermanfaat kan? Tapi begitulah kebanyakan orang, mereka cenderung menyepelekan apa yang tidak pernah mereka rasakan. 

Masalah insecurities terhadap standar kecantikan ini ternyata sudah mewabah dimana-mana diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri standar kecantikan di negeri ini perlahan-lahan mengikuti standar kecantikan wanita-wanita Asia dengan kulit putih dan wajah tirusnya. Kecantikan perempuan-perempuan dari negeri tropis dengan kulit kuning langsat dan sawo matang perlahan-lahan tergerus oleh gencarnya promosi kecantikan yang ditampilkan media masa. Yaitu rambut lurus hitam seperti iklan sampo yang sering kita tonton, kulit putih bersih seperti wanita jepang di iklan sabun, wajah putih merona seperti wajah-wajah aktris drama korea favorit kita. Standar kecantikan di indonesia sendiri lambat laun berubah karena persepsi-persepi tentang cantik yang telah tumbuh dan mengakar di masyarakat, yang mana cantik adalah apa yang paling sering mereka lihat dan lama-kelamaan informasi yang sering mereka dapatkan tersebut berubah menjadi sebuah standar. 

Saat ini untuk bisa diterima kita tanpa sadar harus merubah diri kita menjadi seperti apa yang kebanyakan orang harapkan. Sadarkah kita pengusaha skin care yang akhirnya berjaya hahahaha. Hanya ada dua pilihan bagi kita perempuan Indonesia pertama berusaha mengikuti standar kecantikan itu atau mencoba menerima dan berdamai dengan diri sendiri. Dan aku saat ini masih di fase yang mencoba untuk tak mencari validasi namun ada sedikit perubahan terhadap cara pandangku mengenai kecantikan dan kepercayaan diri, hal ini aku pelajari dari Mamamoo secara keseluruhan. Seorang pentolan Mamamoo yaitu Hwasa sosok aktris korea yang terkenal sebagai sosok yang berani melawan standar kecantikan korea. Dia sangat percaya diri berpakaian dan bertindak sesuai kemauannya. Bukan malah di benci orang banyak, ia malah di puji dan mendapat banyak respek dari masyarakat korea karena keberaniannya menjadi diri sendiri dan percaya diri yang tinggi.

Hwasa Mamamoo Hip Performance

Nggak takut menjadi apa adanya di depan kamera

Kalau lagi sendirian rambut acak-acakan kemana-mana

Hal inilah yang kemudian sedikit demi sedikit memberikan pengaruh positif bagiku, misalnya aku mulai percaya diri menampilkan potret wajahku di sosial media hal yang cukup sulit kulakukan dulu. Kini setiap kali aku merasa diriku tidak cantik, aku ingat bahwa kepercayaan diri kita akan membuat kita menjadi lebih cantik dan menarik. Dan itu aku akui kebenarannya, berapa banyak perempuan yang berpenampilan biasa saja tapi terlihat menarik karena kepercayaan dirinya. Semua tergantung pada bagaimana kita menilai diri kita sendiri. Jika kitanya saja tidak bisa menghargai diri sendiri, lantas bagaimana orang lain mau menghargai diri kita. Ingat kita berhak menjadi apa adanya yang kita mau dan berhak nyaman dengan diri kita, aura positif yang kita pancarkan dari kepercayaan diri dan self love yang kita lakukan akan mempengaruhi sekeliling kita.

Tidak hanya masalah krisis kepercayaan diri karena standar kecantikan di negeri ini, aku pun pernah sering merasa tidak insecure karena masalah prestasi, hal seperti ini membuatku merasa tidak berguna dibanding orang lain. Kusadari satu hal yang membuatku terus merasa rendah diri adalah perbuatan selalu membanding-bandingkan diri dengan apa yang orang lain tampilkan tentang diri mereka di media sosial. Hal itu lantas membuatku untuk beberapa saat harus mengurangi pemakaian media sosial dan memutuskan untuk me mute kontak orang-orang yang tidak sehat bagi jiwaku. Dan bagian ini akan kubahas di tulisan selanjutnya. 





Kamis, 22 Juli 2021

Menilik Pendidikan Bagi Kaum Perempuan di Masa Rasullullah


“Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.” (Moh. Hatta).

Seiring perkembangan zaman dan perempuan mulai dilibatkan dalam pendidikan yang diawal-awal pendidikan hanya diperuntukkan untuk kaum lelaki saja. Namun lambat laun pondok pesantren yaitu tempat menimba ilmu agama bagi kaum wanita mulai di dirikan. Bahkan karena begitu pentingnya pendidikan bagi perempuan itu, ada sebuah hadits yang menjelaskan. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha: “Janganlah kalian menyusukan bayi kalian kepada wanita bodoh, karena air susu akan mewariskan sifat sang ibu” (Bab Syarh Hadits Ar Radha’ah, 1/285)

Di Indonesia khususnya hal ini mulai muncul pertama kali pada tahun 1921 di pesantren Mambaul Ma’arif  Denanyar Jombang. Awalnya pesantren ini hanya di buka untuk lelaki saja, seiring berjalannya waktu pesantren di buka juga untuk siswa perempuan. Awalnya kelas Lelaki dan Perempuan ditempatkan dalam satu kelas. Kemudian setelah jumlah murid perempuan lebih banyak, maka pembelajaran lelaki dan perempuan di pesantren tersebut di pisahkan. Apa yang dilakukan pesantren Denanyar ini juga diikuti oleh pe-santren lain yang sebelumnya juga telah mempunyai santri laki-laki diawal pendirian masing-masing pesantren.

Oleh karena itu untuk membuat pembandingan, perlu bagi kita mengetahui suasana pembelajaran dan pendidikan bagi perempuan ketika zaman rasulullah.

Secara umum masyarakat akan melihat wanita islam dalam dua sudut pandang. Diantaranya itu pandangan yang menyatakan bahwa kaum wanita dalam masyarakat islam tertindas, dan pandangan lain menyatakan bahwa islam memberikan kepada wanita suatu kedudukan yang tidak ada tandingannya dalam agama-agama dan kebuadayaan lain.

Bila dianalisa dalam sejarah, terutama pada era rasul dan masa sahabat, keberadaan wanita sebagai pengembang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang periwayatan hadits dan hukum islam sangat dipentingkan. Bagaimanapun sepanjang sejarah kehidupan rasul, beliau hidup di dampingi para istri setia beliau. Keberadaan istri rasulullah inilah yang dikemudian hari, bahkan pada masa hidup rasulullah SAW menjadi pilar pendamping pengembang kajian islam, terutama pada masalah-masalah yang tidak memungkinkan rasulullah SAW untuk menjelaskannya.

Dalam al-qur’an dan hadits tidak terdapat larangan menuntut ilmu untuk kaum wanita. Bahkan sebaliknya, islam mewajibkan wanita menuntut ilmu pengetahuan seperti halnya kepada laki-laki. Agama islam memberikan hak yang sama bagi laki-laki dan wanita untuk menuntut ilmu pengetahuan. Rasul juga bersabda, bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan.

Nabi SAW berkata didepan jamaah haji yang pertama, “Ketahuilah, Aku wasiatkan kalian untuk memperlakukan perempuan dengan sebaik-baiknya. Kamu tidak memiliki mereka sedikitpun, mereka pun tidak memiliki kamu sedikitpun.” (Diriwatkan oleh Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Nabi menjelaskan hubungan antara laki-laki dan perempuan bukanlah hubungan kepemilikan, tetepi hubungan cinta kasih sayang, mawaddah wa rahmah.beliau juga bersabda. “tidak memulyakan perempuan kecuali laki-laki yang mulia dan tidak merendahkan perempuan kecuali laki-laki yang rendah.” Kata nabi, “ samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semuannya anaknya perempuan, nabi berkata, “jika ada orang yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

Pada masa rasulullah SAW, kaum wanita sangat antusias untuk dapat menghadiri shalat subuh berjamaah di masjid nabawi, karena mereka juga tidak mau kehilangan kesempatan belajar kepada nabi SAW mereka juga sangat berani melintas di kegelapan malam untuk bisa sampai ke masjid sebelum fajar menyingsing, karena mendapat izin dari Allah SWT. Rasulullah SAW Bersabda, sebagaimana tertuang dalam riwayat berikut ini.

Pada awal masa Islam tersebut, pendidikan bagi perempuan dilaksanakan di rumah anggota keluarga mereka sendiri dan dalam waktu tersendiri. Semisal Hafsah, sebelum dan sesudah menikah dengan Rasulullah, belajar di rumahnya sendiri. Hal ini karena budaya yang belum ramah bagi perempuan untuk keluar dari rumah sebagai usaha menuntut ilmu. Di dalam rumah akan lebih terhormat dan berwibawa, karena di luar rumah keamanan belum terja-min. Anak-anak perempuan hanya menerima pelajaran dari guru khusus yang datang ke rumahnya sendiri atau rumah kerabatnya. Bagaimanapun juga pendidikan secara pribadi ini telah berhasil melahirkan perempuan-perempuan Islam yang kecerdasannya tidak berbeda dengan kecerdasan laki-laki.

Semasa hidup rasulullah membebaskan perempuan untuk menuntu ilmu bahkan perempuan diberikan kesempatan oleh rasulullah untuk belajar langsung darinya. Bahkan ada yang langsung berrtanya langsung kepada Rasulullah. Namun setelahnya ketika keadaan sudah memungkinkan kaum perempuan sudah bisa belajar islam di mesjid. Tidak ada pembeda bagi wanita dan perempuan untuk menuntut ilmu kala itu.

Namun kesempatan perempuan untuk mengikuti pembelajar-an juga masih dibatasi oleh budaya sekitar, dalam arti tidak bebas begitu saja sebagaimana laki-laki, terutama setelah Rasulullah wa-fat. Banyak hasil pemikiran para tokoh pemikir perempuan yang tidak dimunculkan di wilayah publik, sehingga pada jaman set-lahnya, banyak orang menganggap bahwa perempuan tidak layak untuk berpendidikan tinggi sebagaimana laki-laki. Pendidikan bagi perempuan masa klasik tidak banyak ditemukan sejarahnya, namun ada data yang menunjukkan bahwa perempuan telah ikut menghadiri suatu majelis yang terbuka. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya. Dari paparan tersebut dapat dikatakan bahwa perempuan telah diberi kesempatan, utamanya kesempatan mengakses pendidikan, meskipun sangat terbatas dan hanya diakses oleh perempuan dalam jumlah yang sangat sedikit.

 

Penulis : Safitri Adriani Nasution


Kamis, 08 April 2021

Malam Mingguan di Restoran Simhae Medan

Banyak banget restoran makanan korea di Medan, tapi kali ini aku mau bahas restoran BBQ all you can eat (AYCE) kota Medan yang namanya Simhae, udah tahu belum ? Penggemar drakor pasti udah nggak asing lagi sama nama makanan yang sering berseliweran di adegan drama korea ini. Ssamgyeopsal atau Ssam sendiri berarti bungkus karena cara penyajian daging panggang ini makanan ini adalah dengan dibungkus dengan selada dan bisa di celupkan kedalam saus pedas. Uh...jadi pengen lagi sekarang xixixi.



            Nah, seiring dengan mewabahnya budaya korea hingga ke mancanegara, membuat Ssam ini  di cari-cari oleh masyarakat indonesia yang pada dasarnya memang tukang makan wkwkwkw. Tidak hanya anak muda melainkan orang tua juga aku lihat ada di barisan meja pelanggan, entah karena kebetulan atau memang selalu begitu. Bisa jadi karena rasanya yang tidak terlalu asing bagi lidah orang indonesia atau karena memang tergiur konsep all you can eat nya. 

Oke, langsung aja ya. Pertama aku mau cerita sedikit kenapa memilih restaurant simhae ini, pertama karena review nya di google bagus, kemudian setelah aku kepoin di instagramnya dan setelah aku cek promosinya di instagram bagus, testimoni orang-orangnya juga bagus. Aku jadi makin yakin dong, setelah ngelihat ketentuannya awalnya sedikit ragu karena di batasin waktu 90 menit saja. Sementara aku orangnya suka santai-santai kalau pas makan apalagi kalau sudah berduaan bareng teman suka lupa waktu.


Nah, pertama kali datang waktu itu malam minggu sama sahabat. Kita waktu itu datang ke Simhae yang di jalan perpustakaan, kalau misalnya kalian sering ke Gramedia gajah Mada, atau KFC Gajah Mada kalian tinggal masuk aja kejalan tepat di sebelah KFC itu sekitar 300 meter kalian bakal jumpa Restoran Simhae disebelah kiri. Jadi Simhae ini sekarang ada dua cabang di Kota Medan, satu di Jalan Perpustakaan dan satu lagi di Jalan Gatot Subroto. Gampang kok nyarinya, soalnya bangunannya tinggi dan mengusung konsep open space jadi sedikit berbeda dengan restoran-restoran lain.

Sore menjelang maghrib kita sampai ke Simhae BBQ ini, salah satu yang nggak ada diperkiraan kita adalah di restoran ini tuh nggak ada ruangan salat, nggak ada sama sekali. Kita yang berangkat naik taksi online auto bingung dong, apalagi kita nggak tau daerah sekitar situ. Memang salah kita juga, karena datang di waktu yang tidak tepat. Mau nggak mau kita jalan kaki dong kedepan sampai ke KFC Gajah Mada, untungnya KFC Gajah Mada ada musala kecil untuk salat. Parah nggak sih salat di KFC makan di tempat lain hahahaha...

Selesai salat kita balik lagi ke restoran itu, dan sebelum duduk kita dipersilahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di wastafle yang terletak didalam restoran. Saran aku sih, kalau memang mau melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar, akan lebih baik jika mencuci tangan sebelum masuk ke restoran saja. Tapi semua pegawai pakai masker dengan baik kok.


Daging paket standar

        Setelah duduk kembali, waitress menjelaskan ketentuan makan di tempat ini. Jadi ada dua jenis paket disini, pertama paket regular 99 k belum termasuk pajak dan paket premium 120 k belum termasuk pajak. Jadi letak perbedaan keduanya adalah di jenis daging dan minumannya. Kalau untuk yang regular 99 k kalian cuma dapat daging berlemak gitu dan untuk yang premium kalian benar-benar dapat daging yang bagus, seperti kalian beli di penjual daging. 

Selain daging yang jadi pembeda keduanya adalah di minuman yang disediaka, untuk paket standar 99 k kalian cuma dapat minuman ocha alias teh tawar dan air putih biasa, sementara untuk paket premium kalian bisa pilih, lemon tea, black current dan milo, tapi kalau nggak tahu malu kalian bisa minum semuanya wkwkw. Tapi saran aku sih kalian minum secukupnya aja, soalnya kalau kebanyakan minum nanti kalian nggak selera makan lagi, sementara kalau kalian nggak ngabisin daging atau makanan yang sudah kalian ambil maka akan dikenakan dendan 50 ribu per gram yang tersisa. Kak kalau gitu aku bungkus aja sisanya untuk dibawa pulang ? Dasar anak kos !!!!

Masalah denda ini memang cukup bikin parno orang-orang yang baru pertama kali kesini sih. Intinya santai aja, gak seketat yang di pikirkan kok. Tapi aku suka banget sih peraturan ini, karena mengingatkan kita kembali untuk jangan serakah dan anjuran Rasulullah untuk menghabiskan setiap makanan hingga tak bersisa dan dilarang membuang-buang makanan.

Akhirnya, kita memutuskan untuk pesan paket yang standar, walau sebenarnya kita pengennya satu paket standar dan satunya paket premium biar bisa saling tukar makanan satu sama lain. Tapi nggak boleh dong ya. Satu meja itu harus samaan paketnya, jadi kak kalau berdua sama teman tapi beda meja terus tukaran makanan gimana? Ya, nggak tahulah ya, silahkan kalau anda tidak tahu malu dan mau mengambil resiko mungkin ditegur atau diliatin pelanggan lain hahaha. Tapi Nggak segitunya juga kan...

Jeng...jeng...kita diajak ngambil daging di freezer, dan ternyata nggak cuma daging sapi saja, tapi ada juga daging ayam, ikan, bakso dan seafood. Nah itu bebas kita mau minta berapa, waktu itu sih kita minta dagingya 5 box kemudian daging ayam 1 daging ikan, bakso dan seafood serta daun selada segar yang cukup banyak dan kedatangan aku yang kedua kalinya aku baru dapat kimchi mungkin saat itu stoknya sedang habis ya. Rasa kimchinya standard sih gak sekuat rasa aslinya kalau kita makan di korea langsung, kayaknya sih memang sengaja di sesuaikan dengan lidah orang indonesia. Selain itu, ada juga aneka ragam saos dan sambal yang disediakan. Mulai dari saos padang, samyang, BBQ hingga sambal matah. Tapi dari semuanya yang paling aku suka adalah sambal matah, yang lain rasanya kurang enak, pengaruh lidah lokal hehe. Jangan lupa juga untuk minta bawang bombay dan bawang putih disitu, untuk memperlengkap rasa BBQ nya.

Disebelah aneka sambal juga ada telur dan ada rice cooker besar jadi kalau kalian mau makan pakai nasi juga bisa minta sama pelayan yang jaga di situ. Mereka akan ngelayani dengan senang hati. Nah, di bagian paling kiri itu ada tempat minuman khusus untuk pelanggan dengan paket standar yaitu air putih dan ocha yang kalian bisa nikmati sesukanya, nggak cuma itu kok. kalian juga bisa minta es batu sesuai selera kalian.



 Selain itu ada lagi makanan yang bisa kalian coba. Seperti sapi lada hitamnya yang aku rasa cukup enak, mie goreng yang aku rasa sih seperti mie goreng pada umumnya, ada aneka gorengan seperti nugget, risol, bakwan dan mantou yang bisa kalian icip-icip. Nah, itu semua bisa kalian minta sama pelayannya, jangan malu atau ragu.

Udah selesai ngambil ini itu, kalian bisa mulai manggang. Tapi kalau kalian takut ngabisin waktu, aku saranin kalian bagi tugas. Jadi satu teman kalian ada yang stay di meja untuk mulai manggang di kompor yang sudah disediakan diatas meja. Yah, manggangnya kayak yang biasa kalian lihat di drama korea, pertama kalian bisa tumis dulu bawang bombai dan bawang putihnya. Diatas meja itu udah tersedia minyak goreng yang bisa kalian gunakan, ingat jangan kebanyakan minyak karena kalian mau manggang bukannya mau menggoreng. Kayak biasa setelah bawang putih dan bawang bombai nya wangi kalian masukin deh tuh dagingnya. Bisa kalian masukkan bumbu atau saosnya sekaligus saat memanggang atau kalian bisa mencelupkan dagingnya nanti sesudah matang ke dalam saos. Kalian panggang lah dagingnya sambil kalian bolak-balik untuk memastikan semuanya masak dengan rata.

Belum masak


sudah masak

Gampang banget kan ? Aku yakin kalian sudah sering banget melihat adegan makan ssam ini di drama korea yang kalian tonton. Jadi gak bakal asing dan canggung lagi, but for first time bingung-bingung dikit wajar lah ya.

Tapi gak disaranin sih kesini sama teman yang baru kenal atau gebetan yang jaim-jaiman. Karena aku rasa uang yang kalian keluarkan nggak bakal worth it sama kejaiman kalian apalagi kalau aslinya kalian rakus. Upss..

Kebetulan aku pergi sama sahabat yang sama-sama doyan makan waktu itu dan sama-sama single (bukan jomblo). Yah, kita berdua fokus aja sama makanan walau kadang terganggu juga sama suasananya yang ternyata malam minggu, jadi setiap meja banyak di tempatin sama pasangan yang lagi malam mingguan.

Dan tiba-tiba si kawan bergurau bilang gini, “Ada kek koko-koko yang mau di syahadatin disini”. Auto ngakak dong, mendengar teman sendiri yang gak pernah mengutarakan ketertarikannya sama cowok mata sipit, tiba-tiba bilang gitu, barangkali karena terbawa suasana, soalnya pengunjung malam itu banyakan mereka yang dari etnis tionghoa ditambah lagu koriyah yang diputar terus-terusan. Kebayang nggak sih tiba-tiba merasa suasana kayak di drama korea genre romantis dan cuma kamu doang yang tak berpasanagan  sama sahabat jombs mu.

Dan terakhir jangan lupa buat story untuk di bagiin di media sosialmu, tapi jangan terlalu sibuk sama handphone ya. Karena aku rasa sayang aja gitu momen dan suasananya, ditambah lagi nanti makanan kamu gak habis. Kalau misalnya kalian mau foto bareng teman, pacar, atau keluarga dan kalian lihat waitressnya lagi nggak sibuk. Kalian bisa kok minta tolong sama waitress nya, bahkan terkadang mereka akan menawarkan diri untuk mengambilkan foto.




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kamis, 22 Oktober 2020

24 Hal yang kusadari diusia 24

Sebenarnya ultahku udah lewat sebulan lalu, dan nulis ini udah lama juga. Cuma baru ini aja sempat dan kebetulan mood lagi bagus. Ya Allah se moody ini, padahal nggak sibuk juga. 

Langsung aja dah ke poin-poin sesuai judul, '24 Hal yang kusadari diusia 24' 

1. Teman dan orang terdekat lebih penting dari pada pekerjaan dan usahamu. Usaha dan pekerjaanmu bisa saja gagal, tetapi orang terdekat tak akan pernah pergi.

2.  Tak perlu disukai semua orang. Gak masalah ada yang tidak menyukaimu. Hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang.

3. Akan banyak teman dan sahabat yang datang dan pergi. Jika ada yang tetap tinggal disisimu hingga kini, barangkali mereka lah yang terbaik. Terus jaga persahabatan itu sebab sebagian hanya datang saat butuh dan menghilang saat tak merasa perlu. 

4. Kepergian seseorang menunjukkan bagaimana kualitas hubungan kalian. Jadi kalau ada yang ingin pergi, menghilang dan tanpa kabar artinya kamu gak sepenting itu untuk dia.

5. Terbuka untuk beberapa hal terkadang cukup membantu. Gak baik juga terlalu menutup diri karena ketakutan diabaikan dan dicaci, nyatanya masih banyak orang yang menghargai usahamu diluar sana. Percaya deh, banyak orang yang sama-sama berjuang sepertimu.

6. Jangan terlalu sering menahan diri, nanti kamu lupa caranya berekspresi. Kamu merasakannya, rasa sakit, sedih, marah, kesal tunjukkan saja. Perasaanmu itu penting, keseringan tidak digunakan nanti kamu mati rasa.

7. Cinta gak serumit itu. Misalnya seberapa dalam pun kamu pernah menginginkan seseorang pada akhirnya jika tak bersama denganmu dia akan menikah dengan orang lain. Dan itu sangat normal, bahkan hampir tak berefek pada kehidupanmu bukan?

8. Mencintai itu hal mahal, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Banyak orang diluar sana yang berharap benar-benar merasakan apa itu cinta. 

9. It's okey kehilangan kontrol sesekali. Kamu manusia kok bukan robot. Sensasinya seru loh saat kamu cuma ngikutin insting dan kata hatimu. 

10. Menikah gak semudah dan seindah yang dipikirkan. Semakin mendekati usia pantas menikah, semakin menakutkan, hih...Banyak yang harus di persiapan biar pantas nikah.

11. Ada hal-hal yang terlewatkan dan kita sesali. Lupakan dan jadikan pelajaran diri.

12. Ambil lebih banyak foto. Jangan malas berfoto, karena suatu saat foto bakal jadi pengingat masa-masa lampau yang kamu lewati, juga  jadi dokumentasi atas moment-moment yang barangkali saat ini tak kamu anggap berarti. Tapi suatu hari akan kamu cari.

13. Lebih banyak berteman itu perlu, walau sendiri menyenangkan, hehehe...

14. Ingat-ingat apa aja barang milikmu yang berharga. Jangan abai sama barang sendiri susah loh ngedapatin sesuatu.

15. Gak ada kata menunggu, 'umurku kian bertambah jadi waktu yang dilewati harus lebih berarti setiap hari' tanamkan dalam diri.

16. Bertemu banyak orang dan pergilah ke banyak tempat. Setiap peristiwa menambah pengalaman, pengetahuan dan kenalan atau mungkin jodoh, eh.

17. Jangan memaksakan sesuatu hal menjadi milikmu, karena bisa jadi memang bukan hakmu. Percayalah segala sesuatu yang dipaksa itu nggak baik.

18. Nikmati masa mudamu. Belajar, bekerja, bermain dan tidak apa-apa jatuh cinta. Masa depan perlu, tapi masa sekarang tidak kalah penting untuk dinikmati.

19. Gak masalah kalau orang lain tahu kamu suka sama sesuatu hal. Itu bukan aib, kamu saja yang overthinking. Sesuatu terlihat keren padamu saat kamu percaya diri.

20. Mencintai mudah, yang lebih sulit adalah dicintai. Sebab kamu bisa mengontrol perasaanmu tapi tidak dengan perasaan orang lain. Yah itu cukup menyusahkan.

21. Cinta bisa datang diwaktu yg tak disangka-sangka. Jangan bego-bego amat ya!  Karena gak semua yang ada didunia ini tentang cinta-cintaan.

22. Kalau sudah dewasa memang enaknya tinggal sendiri, mandiri jauh dari keluarga. Karena terkadang ortu gak paham ingin kita, ngerasa kita masih anak-anak padahal umur makin lama kian menua. 

23. Unfoll, mute story kawan yang toxic buat jiwamu, sah-sah aja kalau kamu merasa lebih baik setelahnya. 

24. Kamu cantik, kamu baik, kamu adalah kamu. 


Semoga semakin dewasa dan target hidup tercapai, selain itu  semoga bumi  kembali pulih, agar hidup kembali tertata dan sesuai rencana.


Jumat, 11 September 2020

Dear Mr. O



Aku telah lama memperhatikanmu, tapi sayangnya terlalu banyak perbedaan diantara kita, sebab tuhan memang satu namun beda percaya, jarak membentangkan selat diantara kita, budaya tak sama, dan yang paling bodoh adalah rasaku dan rasamu yang tak serupa. Keberanianku menyukaimu adalah kebodohanku yang paling seru. Padahal kutahu denganmu kecil kemungkinanku, nyatanya hingga kini aku tak bisa mencintai selain kamu sendiri.

Satu tahun terakhir, waktu singkatku kuhabiskan hanya untuk mengingatmu, bodoh. Kau seseorang yang membuatku mengaku kalau perempuan pantang menyerah itu hanya ada di ceritaku. Nyatanya aku menyerah sebelum kalah, bukan karena aku tak mau berjuang hanya saja kumau tahu diri. Duniamu dan duniaku berbeda tak mungkin bisa bersama. 

Dulu, aku pernah berdoa pada tuhan, agar aku dipersatukan dengan seseorang yang membuatku terus jatuh cinta setiap hari. Ia berikan cintanya tapi tidak bersama. Sebab doa nya dan doaku menuju amin yang berbeda.

Hingga kini rasa hampa datang memenuhi rongga hati, ingin segera terisi tapi tak kunjung bertemu yang sejati. Pada-Nya tak banyak kupinta aku hanya ingin bersama dengan seseorang yang membuatku terus punya alasan untuk bertahan, bukan seperti kisah cinta hiburan yang hilang setelah beberapa malam.

Dia terus bersinar dalam temaram, senyumnya membuat kakiku mematung dan diam. Dia seseorang yang kunanti hadir menepiskan segala ketakutan. The one yang muncul dari ketidaksengajaan. Enggan kulupakan namun tak bisa ku genggam. 

Selasa, 11 Agustus 2020

After Marah-marah

Aku marah-marah. Aku tahu orang pasti nggak nyangka kalau aku itu bisa marah. Yah, orang-orang yang tak dekat lebih tepatnya. Meskipun dia saudara atau teman, bahkan meskipun sahabat belum tentu tahu sisi lainku. Aku tidak mudah terbuka untuk beberapa hal termasuk masalah emosi diri.

Jadi saat mereka sudah tahu kalau aku pemarah rasanya aku merasa bersalah, mungkin karena membiarkan mereka selama ini memandangku sebagai sosok yang kalem dan lemah lembut tak berdaya. Otomatis mereka terkejut dong mengetahui fakta kalau aku ini garang didalamnya, tapi disatu sisi aku merasa sedang tidak pernah berakting untuk jadi sosok sempurna dan baik hati. Aku tidak menyembunyikan apapun.

Hanya saja aku merasa mereka belum tahu aku saja. Selain itu aku juga menyesal pada diriku yang tak bisa mengendalikan emosi tapi juga merasa lega bisa meluapkan amarah. Tapi biarlah, aku tidak mau memaksakan semua orang harus menyukaiku. Hidupku bukan untuk membuat setiap orang terkesan.  

Selama beberapa waktu belakangan persisnya selama di kampung aku lebih mudah marah, entah kenapa rasanya emosi terus diubun-ubun. Dan kemarahanku itu jika tak diluapkan akan menjadi sesak di dada dan sakit dikepala. Bahkan pernah aku lakukan self harming. Parah, kondisiku saat ini apa sudah cukup parah?

Aku tahu tabiat suka marah itu tak boleh dipelihara, tidak baik dan merusak citra diri. Tapi masa bodoh, aku hanya ingin hidup seperti manusia yang ketika kesal aku marah, ketika sedih kumenangis, dan saat bahagia tertawa. Tidak ada yang salah dengan itu semua bukan? Yang salah adalah kemarahan yang berlebihan bukan? Tapi entah kenapa setelah marah-marah aku jadi bertanya-tanya. Bagaimana kata-kata ku tadi apakah menyakiti orang lain, apakah terlihat seperti orang jalanan, apakah terlihat elegan, atau bahkan seperti orang gila?

 Sesaat setelah marah-marah itu, aku mulai menyesali diri. Aku benci diriku ketika marah berlebihan, dan berkali-kali marah setiap kali aku merasa semua tak sesuai inginku. Aku bertanya-tanya apa orang-orang akan menjauhiku karena aku marah? Aku tidak suka diganggu dan disulitkan tapi aku tidak ingin kesepian. 

Jumat, 03 April 2020

Semua Tentangmu

Pexel.com
Aku masih ingat  pertama kali aku melihatmu Tuan. Tak pernah kupikirkan perasaan itu begitu awet di kepalaku. Cara kamu tersenyum dan bicara membuatku tahu betapa rapuhnya jiwaku. Saat aku mati-matian menutup hatiku pada orang lain, lantas aku membuka lebar-lebar pintuku padamu. Memang seistimewa itu dirimu.

Kamu itu adalah rahasiaku. Yang bahkan tak mau kuungkap meskipun pada sahabat dekat. Aku malu, takut mereka tak mengerti. Itu sesuatu yang diputuskan oleh hatiku, karena ia tahu bagian mana yang ia cari.

Kamu adalah sisi lain dari diriku, yang tak banyak orang tahu. Kamu itu aku. Bagaimana bisa aku membenci sisi lainku. Saat aku merasa bahagia dan bebas didalam kurungan kelabu. Kamu adalah ksatria tak dikenal yang hadir dimimpku satu waktu. Sayang itu cuma harapku.

Aku telah memberanikah diri berkali-kali untukmu, coba kau ingat-ingat lagi. Aku melakukannya sebanyak 3 kali. Kau pikir karena apa aku bisa sejauh ini?

Karena itu kamu, karena itu kamu makanya aku tidak mau berhenti. Secara mengejutkan kamu membuatku begitu bahagia dan sedih disaat bersamaan. Tiba-tiba begitu bersemangat dan tampaknya bisa melakukan apa saja. Hanya dengan mengingatmu aku merasa senang. Jenis perasaan seperti apa ini?

Kamu itu notifikasi favoritku. Orang yang kuharap selalu menjadi penonton story ku. Sungguh bisakah kita menjadi nyaman untuk satu sama lain. Tak perlu sungkan untuk berbicara apa saja, aku akan senang hati mendengarnya. Kau juga bisa berbagi rahasiamu denganku, kuharap suatu hari kau mau.

Saling mengirim teks membuatku merasa terhubung padamu, itu sudah cukup bagiku. Lantas apa lah yang kupunya sebagai seseorang yang hadirnya tak terlihat olehmu?

Aku ingin berjuang tapi tak mengerti bagaimana, bagiku perasaan ini memang sudah rusak dari awal.

Aku ini tetap tak mengerti cinta, meskipun sudah kubaca semua buku tentang asmara. Aku tetap bodoh saat dihadapkan dengan kenyataan dan harapan. Aku tetap saja perempuan bodoh yang berharap hanya pada satu orang.

Kamu istimewa, bisakah kamu merasakannya. Kusering lelah ingin berhenti menyukaimu saja. Sebab rasanya tak mengenakkan, tapi juga kunikmati sebagai sebuah tantangan.



Kamis, 26 Maret 2020

Ceritaku si Calon Gagal



Liburan ini aku ingin sendiri. Menenangkan kepala dengan refreshing. Menyendiri dan mengintropeksi diri sendiri diujung tahun ini, itu yang kubutuhkan. Aku tahu persis itu.

Rencana yang gagal, kebuntuan pikiran dan rasa bosan serta kepenatan dan perasaan yang tak menentu, serta serangkaian pilihan-pilihan yang sulit telah kulalui tahun ini. Di penghujung tahun ini kuharap ada suatu yang indah terjadi padaku, yah sebuah harapan kosong yang mengantarkanku pada sebuah kebetulan yang sangat tak mengenakkan. 2019 ku ditutup dengan merelakan seseorang demi sesuatu yang aku pun tak tahu pasti apa itu. Beruntungnya aku masih punya Tuhan, tempat segala harapan dan keresahan ditumpahkan.

Tapi nyatanya semua rencana dikepalaku melenceng, saat aku telah membuat planning jauh-jauh hari untuk berlibur tak disangka-sangka ortu malah yang ngebet pengen ikutan. Yah, mau gimana lagi. Dalam hati aku bilang, lah yang pengen liburan ini sebenarnya siapa, kok malah mereka yang lebih bersemangat. Kayaknya susah banget untuk membiarkanku sendirian.

Akhirnya tibalah kami di , kedua Sibolga.  Aku, orang tuaku, dua adikku dan seorang kerabat. Kami menghabiskan 1 malam disana. Tapi bukan tentang liburan ini yang ingin kuceritakan melainkan setelahnya.
Semalam sebelum tidur ada yang mengganggu pikiranku, tentang besok kepulangan kami.

Kami bergerak dari sibolga menuju madina, Jarak dari sibolga kerumah kami memang cukup jauh barangkali ada 12 jam. Tapi bukan itu masalahnya. Semua berawal dari sebuah panggilan dari nomor tak dikenal ke HP Bapakku. Dering HP berbunyi berkali-kali, saat itu kami masih di dalam keberangkatan dari rumah menuju Panyabungan. Karena nomor baru Mamak enggan untuk mengangkatnya sebab Bapak sedang memegang kemudi. Tetapi si HP sudah berdering berkali-kali akhirnya Mamak mengangkat panggilan tersebut, dan sialnya kami sedang di Puncak Sitinjak, dimana sinyal susah nyangkut. Terdengar suara perempuan yang terputus-putus dari seberang sana dan akhirnya mati dengan sendirinya. Meski hanya suara bisa ditebak si empunya suara adalah perempuan paruh baya.

Identitas penelepon baru diketahui saat kami sudah sampai di Padang Sidimpuan yaitu di kontrakan adikku. Ternyata suara perempuan itu adalah Ibu-nya. Nya itu adalah seseorang yang tidak terlalu kukenal tetapi sempat menjadi objek pergulatan dipikiranku untuk beberapa saat dengan banyak pertanyaan-pertanyaan.

Sempat kudengar samar-samar dari percakapan itu wanita itu bertanya pada adikku, "Kakak ikut?"
Saat itu kutahu kali ini aku benar-benar tidak sedang beruntung. Aku sedang berpikir bagaimana aku harus bersikap nanti. Saat aku menghadiri acara itu. Aku bingung dan takut bertindak memalukan. Bukan karena aku menyimpan perasaan. Tapi lebih dari itu ini adalah pergulatan mental, sekali lagi keputusanku untuk tetap jomblo di uji.

Apakah pasangannya cantik, kuharap aku lebih cantik, apakah dia begitu romantis pada pasangannya, itu semua membuatku khawatir, entahlah aku tak tahu kenapa perasaan itu muncul yang jelas aku lah yang membuat keputusan disini. Tak sepantasnya aku yang merasa terluka. Aha...atau mungkin aku takut menyesal pernah menolak keluarga itu.

Aku kacau, memikirkannya saja membuatku buntu, yah aku takut menyesal, aku iba pada diriku sendiri. Saat semua orang berani menambatkan hati dan berlabuh di satu mahligai. Sementara aku ragu, takut dan cemas. Barangkali karena egoku masih tinggi, atau memang dia bukan orang yang kucari selama ini.

Ok lanjut ceritanya, dan keesokan harinya masih jadi waktu bersenang-senang. Tapi itu hanya ekspektasi, kenyataannya aku tak berhenti memikirkan apa yang akan terjadi keesokan harinya.

Mau tidak mau suka tidak suka, aku memang sudah terjebak dalam skenario yang sangat dramatik ini. Niat liburan menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk yang kikuk. Aku dengan terpaksa harus menghadiri pesta pernikahan cowok yang harusnya jadi pasanganku jika saja aku menyetujuinya terlepas dari semua takdir yang udah Allah skenariokan.

Ini mungkin terdengar sangat ngenes dan sadis, Mamakku sendiri sempat bilang, "Malang Jodohmu," dengan tatapan penuh iba. Hampir aja aku menjatuhkan air mata. Jika saja kami tak liburan, pasti aku tidak akan terpaksa ikut. Dengan jurus menghindar aku pasti gak akan pergi, tapi kalau udah kejadiannya kayak gini. Aku bisa bilang apa, mentok-mentok bilang aku sakit. Dan itu pasti akan sangat mencurigakan. Secara kita jaga image dong ya, kan kita yang gak nerima perjodohan ini mentah-mentah. Entar juga kalian bakal rasain deh gimana rasanya saat ada orang yang serius, apalagi dia datangnya secara tiba-tiba.

Dan tibalah perjalanan kepulangan, hampir pukul 21.00 kami sampai Panyabungan. Satu orang kerabat kami pulang kerumahnya dan kami meneruskan perjalanan. Kali ini keputusan ada ditangan Bapak. Pulang kerumah atau menginap disini karena sudah terlalu larut. Aku sangat berharap pada bapakku kali ini. Please kita pulang aja please. Dalam hati aku mohon-mohon. Dan terjadilah perdebatan kecil antara Mamak Dan Bapak. Mamak yang kekeuh harus ke pesta besok pagi karena gak enak hati dan bahkan menyarankan nginap dirumah empunya pesta karena memang diminta sama si Ibu tadi, sungguh sebuah ide yang sangat bar-bar dan patut diacungin sendal.

Sementara itu Bapak malah pengennya pulang aja, padahal kondisinya kesehatannya memang gak memungkinkan nyetir jarak jauh dimalam hari begini. Dan aku pada akhirnya cuma bisa pasrah disaat yang bersamaan Hp Bapak berdering telepon masuk membabi buta. Sudah kuduga pelakunya pasti Tuo (Uwak). Fyi Tuo ku ini memang dekat sama keluarga kami meskipun dari keluarga jauh.

 Tuo yang kebetulan memang tinggal sendirian dirumahnya yang besar  itu. Sudah berkali-kali juga mengundang kami untuk mengunjungi rumahnya, tapi sering tak bisa karena kesibukan yang mengikat dihati-hari biasa. Segan juga selalu berdalih untuk tak singgah, bahkan dia sudah masak banyak katanya.

Sudah diputuskan akhirnya kami nginap juga. Kulihat adikku sudah berlari kealam mimpi. Suasana sunyi dan tinggal aku yang mengerjap-erjap ditengah gelap, bahkan lampu sudah dimatikan tinggal hatimu yang belum ditenangkan. Aku ambil handphone dan menuliskan draft tulisan ini. Sebuah cara menenangkan hati sendiri.  Sekarang ini aku lebih optimis karena sudah tak ada celah untuk menghindar lagi. Dan disinilah jiwa-jiwa ke cuekan ku yang sudah tersertifikasi bekerja. Bodo amat ah ngantuk. 

Keesokan harinya sekitar pukul 05.30 aku bangun pergi shalat dan sedikit berleha-leha kemudian bersiap. Sialnya aku gugup dan mencoba bersifat bodo amat. Tapi kutahu tak ada yang dipihakku saat ini, barangkali karena tak ada yang pernah merasa, apa yang terjadi padaku. Sakit memang tapi tak apalah memang sudah takdirnya begini. Tak ada yang kebetulan aku selalu percaya itu, dan karenanya aku selalu berani melewati setiap jalan yang menjadi skenarioku. Ku lewati sendiri.

Sulit digambarkan dengan kata-kata perasaanku saat menuju rumah mereka. Aku teringat bagaimana keluarga itu datang lewat adiknya yang berteman baik dengan adikku. Memintaku untuk pertama kalinya saat dia menginap dirumah kami di hari idul fitri untuk beberapa hari. Saat jtu Aku masih sibuk dengan skripsi dan segenggam impian yang kupeluk erat kala itu. Tapi kuabaikan karena kuanggap hanya bercandaan. Orang tuaku tahu dan begitu pun keluargaku. Aku jawab enteng saja aku masih kuliah. Waktu itu Mamakku juga masih membelaku.

Waktu berlalu dan aku tak ambil pusing dengan permintaan itu. Meskipun permintaan itu terus saja menghantui melalui bisikan dan celotehan adikku dan keluarganya. Mamakku pun mulai tampak ragu mengingat kesungguhan keluarga itu. Keluarga baik dan dermawan. Yang membuatku jatuh cinta pada akhirnya. Yah, jujur saja aku memang jatuh cinta kepada keluarganya dari pada anaknya.

Aku perlahan mulai mempertimbangkannya, bahkan dia menungguku sampai wisuda katanya. Yah, Mamaknya sepertinya benar-benar berharap aku jadi menantunya. Hatiku jadi sedih hanya dengan mengingatnya. Tapi aku yang gak tahu diri ini menolak lagi dengan alasan ingin lanjut S2. Yah aku mengecewakan mereka, padahal sampai saat ini aku belum S2 juga hahaha.

Harusnya 2019 kemarin saat hari raya idul adha. Harusnya aku sudah bersanding. Tapi lagi-lagi kutolak mentah-mentah ajakan orang tuanya untuk mengenal lebih jauh keluarga itu dengan martandang dirumahnya (sebuah tradisi suku Mandailing). Harus nya pihak cowok sih, tapi karena dia kerja di luar pulau Sumatera jadi jarang pulang dan gak bisa.

Dan sampailah kami papan bunga berjejeran Di jalan-jalan menuju lokasi pesta. Pesta adat yang khas dengn masayarakat Mandailing. Karena di anak-anak laki-laki satu-satunya jadi pesta dilksanakan dengan meriah dan menyembelih kerbau, pesta juga diiringi musik gordang sambilan. Dan semua hal yang pernah dijanjikan untukku telah ada empunya nya. Sejujurnya aku takut melewatkan seorang yang berharga pada akhirnya. Mengibai diri sendiri bukan saatnya pikirku. Kini aku harus lebih dewasa, bukanakah ini pilhanku.  

Semua masih terekam jelas di kepalaku misalnya Ujaran "calon gagal" dari adikku dan adiknya dilontarkan kepadaku. Dan Aku kesal campur iba, bisa bisanya mereka bercanda padaku, tak tahukah mereka membuat pilihan itu sulit dan mempertahankannya lebih sulit lagi.

Dan yang paling berkesan adalah ucapan Ibunya, saat kupelukkan dengan ucapan selamat. Air mataku nyaris jatuh, aku haru ditengah kerumunan orang. Aku sedih, aku kecewa kenapa Ibu tidak jadi Ibu mertuaku saja. Maafkan aku Bu yang tidak bisa menerima anakmu. Bukan karen dia tidak baik, bahkan dia teramat baik sehingga aku tak perlu khawatir, dia akan mudah mendapatkan jodoh di luar sana. maafkan aku dengan keangkuhanku Bu, aku masih merasa tak puas dengan masa mudaku dan apa yang kulakukan untuk berbakti. Aku menolak karena aku masih belum selesai dengan diriku sendiri. Kalian terlalu berharga untuk menerima semua kesedihan dan keegoisan atas harapan dan impianku. Itu semua adalah apa yang aku ingin sampaikn padanya tapi tidak memungkinkan karena keramaian tamu yang datang.

Tapi ada satu hal yang akan selalu kuingat seumur hidupku, "Semoga kamu bisa dapat jodoh yang lebih baik dari ****i," disitu aku cuma bisa mengucap amin dengan lirih. Aku berharap semua yang baik berlaku padaku. Tentang masa depan yang masih abu-abu.


Sedikit lagi Aku bisa melaluinya ucapku dalam hati ketika kulihat mereka berdua saling bergandengan. Yang kulakukan hanyalah mengeluarkan jurus tak terlihatku dan berubah jadi invisible. Aku sangat ahli apalagi suasana disini sangat ramai. Dan sialnya kenapa mata kami harus bersitatap.

END



Senin, 17 Februari 2020

Kebebasan seperti apa yang kamu cari?


Kamu memutuskan untuk bebas dari apa saja, menyedihkannya kamu merasa tidak benar-benar dijalan yang tepat. Sedikit kekanan atau kekiri kamu masih belum benar-benar yakin. Kamu bertanya pada hatimu kebebasan seperti apa yang kamu cari. Tapi kamu lagi-lagi terjebak pertanyaan sendiri. Kamu bahkan tidak terlalu yakin punya ambisi. Duh, kamu semakin gamang dari hari ke hari. Sedikit ilusi dan secangkir motivasi gak bisa mendobrak reality.
Kamu memutuskan gak punya hati dan kamu jalani, tapi kamu merasa sepi. Kamu ingin berdua dan ada yang ingin menemani kamu hindari. Ada yang kurang, ada yang belum pas selalu hatimu meninggi. Tentang seseorang yaitu dirimu sendiri. Kamu merasa tak cukup baik untuk mendapatkan yang terbaik, tak terlalu buruk untuk tunduk.
Yang kamu tahu jelas kamu belum selesai dengan dirimu sendiri. Dan ketakutanmu adalah menua tanpa arti. Jelas krim anti aging tak akan berarti, umurmu juga akan meninggi.
Kamu selalu berpikir bagaimana kamu hidup dimasa depan? Seolah kamu tinggal dalam kegelapan dengan bayangan yang kamu takutkan.


Standar Kecantikan Wanita Indonesia

Meme mengenai kecantikan wanita berseliweran di dunia maya. Kebanyakan mengagungkan kecantikan wanita dari fisiknya. Alih-alih wanita dipand...